Jujurlah agar hidupmu tenang - 29 November 2008 - Blog - Teluk Bone Online Main My profile Registration Log out Login
Welcome Guest | RSS
Kamis
08-Dec-2016
16.44
TELUK BONE
Site menu
Blog sections
Seni [7]
Budaya [2]
Sejarah [5]
Wisata [0]
Renungan [2]
Our poll
Rate my site
Total Jawaban: 29
Main » 2008 » November » 29 » Jujurlah agar hidupmu tenang
Jujurlah agar hidupmu tenang
00.24

"AJARKAN kami sesuatu agar bisa hidup dengan tenang," pinta seorang murid Abu Qubaisy ketika beliau baru selesai menyampaikan kata pembuka majelis taklimnya pagi itu.

"Jalanilah hidup dengan selalu berbuat dan berkata jujur," jawab mahaguru yang arif itu. 

"Cukup hanya dengan jujur? " tanya murid itu lagi dengan penuh penasaran.

"Benar. Di dalam Al-Quran Surat Al-Tawbah ayat 119, Allah berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan jadilah kalian bersama dengan orang-orang yang jujur ( benar ).'

Orang yang jujur, dan orang yang bersama dengan orang-orang yang jujur niscaya akan tenang hidupnya. Karena itu petunjuk Allah Swt, dan Dia tidak menunjukkan hamba-Nya kepada ketidaktenangan," jelas Abu Qubaisy membuat paham murid yang bertanya.

"Tetapi berlaku jujur dan berkata jujur itu bukan perbuatan yang mudah, Tuan," sanggah murid lain dengan nada penuh keyakinan.

"Berkata dan berbuat jujur adalah berkata dan berbuat sesuai dengan apa adanya. Mengapa tidak mudah? Sebaliknya, berbohong itu tidak gampang. Karena harus merekayasa sesuatu menjadi tidak seperti apa adanya," kata Abu Qubaisy yang ditanggapi dengan anggukan para muridnya.

"Yang menyebabkan berkata dan berlaku jujur susah karena orang harus melawan hawa nafsu yang senantiasa bertentangan dengan kebaikan," sambung guru besar yang luas ilmunya itu.

"Tapi berbuat jujur sering kali tidak menguntungkan. Umpama kita mendapatkan sesuatu yang berharga di jalan. Kalau mau jujur kita harus mencari pemiliknya dan mengembalikan apa yang kita temukan itu. Padahal menemukan itu bukan suatu kesalahan, berbeda dengan mencuri. Jadi mengapa kita harus payah-payah mengembalikannya," komentar murid yang lain lagi.

"Hawa nafsulah yang berkata, mengapa harus dikembalikan? Tokh kita tidak mencurinya? Tapi iman dan akal sehat berkata, itu milik orang lain. Kita tak berhak menguasainya. Dan Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, bersabda, 'Sesungguhnya sikap jujur itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga.'

Jadi, terserah mau pilih mana? Surga atau barang temuan?" kata Abu Qubaisy  akhirnya.

Category: Renungan | Views: 846 | Added by: telukbone | Rating: 4.0/1 |
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form
Calendar
«  November 2008  »
MingSenSelRbKmsJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30
Search
Site friends
Statistics

Total online: 1
Tamu 1
Users: 0

 Copyright MyCorp © 2016
Site managed by uCoz